Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 16 September 2011

PRAKTIKUM BIO SEL II

Topik 2           : Komponen sel
I.                   Tujuan   
 Mengamati komponen sel baik komponen yang hidup atau yang tidak hidup dalam sebuah sel.

II.                Alat / Bahan   :
a)      Mikroskop
b)      Silet
c)      Umbi kentang, batang bayam, daun bunga pukul empat

III.             Prosedur        :
1)      Buat irisan penampang melintang pada semua bahan
2)      Amati beberapa buah sel pada setiap jaringan penyusun organ tumbuhan
3)      Amati komponen-komponen sel yang terlihat dengan mikroskop yang ada

IV.             Tinjauan Teoritis
            Sel merupakan unit dasar umum dari struktur organic. Sel tumbuhan diartikan sebagai suatu kehidupan kecil yang membatasi batas nyata atau dinding sel, didalamnya terjadi reaksi- reaksi kimia yang rumit (Pandey, 1980). Sel  bagian hidujuga dikatakan sebagai kesatuan struktur fisiologi yang terkecil dari organism hidup. Pada dasarnya sel tumbuhan terdiri dari protoplas yang dikelilingi  dinding sel. Biasanya dinding sel di anggap bagian mati sedangkan protoplas adalah bagian hidup dari sel. Protoplas terdi dari komponen protoplasmic dan non protoplasmic. Komponen protoplasmic ada yang bersifat cair yaitu sitoplasma Sitoplasma metupakan substansi setengah cair lebih pekat (viscous) dari air dan bening (tembus cahaya: transculent), sehingga sukar dilihat oleh mata meskipun telah menggunakan mikroskop. Sitoplasma memenuhi ruangan sel hidup dan didalamnya terdapat organel- organel serta vakuola. Di dalam vakuola bisa terlarut berbagai zat seperti gula, garam, protein, alkaloid, dan zat pewarna. Bahan- bahan yang terdapat di dalam vakuola digolongkan sebagai bahan- bahan ergastik, yaitu bahan- bahan hasil meabolisme sel (Suryani, 2008).


PROTOPLASMA

A.    Komponen Protoplasmik
1.      Sitoplasma
            Sitoplasma merupakan suatu cairan sel dan segala sesuatu yang larut di dalamnya, kecuali nukleus (inti sel) dan organela. Sitoplasma yang berada di dalam inti sel disebut nukleoplasma.  Sitoplasma bersifat koloid kompleks, yaitu tidak padat dan tidak cair.. Sitoplasma tersusun atas air yang di dalamnya terlarut molekul-molekul kecil (mikromolekul) dan molekul-molekul besar (makromolekul), ion-ion dan bahan hidup (organela) ukuran partikel terlarut yaitu 0,001 – 1 mikron, dan bersifat transparan. Bagian yang merupakan lingkungan dalam sel adalah matrik sitoplasma. Tiap-tiap organela mempunyai struktur dan fungsi khusus. Organela yang menyusun sitoplasma adalah sebagai berikut.
a.      Mitokondria, berfungsi sebagai tempat terjadinya respirasi sel.
b.      Badan golgi, berfungsi sebagai tempat pembentukan zat- zat sekskresi dan mensekskresikan zat- zat tersebut keluar sel.
c.       Plastida,
d.      Ribosom, sebagai tempar sintesis protein
e.       Retikulum endoplasma, di bedakan menjadi R.E kasar dan R.E halus
f.        Lisosom, berfungsi sebagai organ autolysis, dan autofagi.
g.      Sentrosom, mengatur arah pergerakan sel
h.      Badan mikro,terdiri dari peroksisom dan glioksisom
2.      Nukleus
            Hampir semua sel memiliki nukleus, karena nukleus ini berperan penting dalam aktivitas sel, terutama dalam melakukan sintesis protein. Namun ada beberapa sel yang tidak memiliki nukleus antara lain sel eritrosit dan sel trombosit. Pada kedua sel ini aktivitas metabolisme terbatas dan tidak dapat melakukan pembelahan. Komposisi nukleus terdiri atas membran nukleus, matriks, dan anak inti.



B.     Komponen Non Protoplasmik
            Komponen non protoplasmik (benda-benda ergastik) Dapat dibedakan 2 macam : bersifat padat dan cair. Yang bersifat cair biasanya disimpan dalam vakuola sel. VAKUOLA menempati lebih dari 90% volume sel-sel dewasa pada tumbuhan. Vakuola adalah bagian ruangan dalam sel berisi cairan yang dibatasi membran tonoplas. Cairan berisi berbagai macam bahan organik dan anorganik. Misal : gula, protein, lemak, tanin, pigmen, Ca-ox, dan lain-lain. Pada sel hidup dapat berwarna/tidak. Sel-sel meristem banyak vakuola dan kecil-kecil pertumbuhan dan deferensiasi sel vakuola melebar dan bersatu,
http://www.blogkatalogus.net/komponen-non-protoplasmik


I.                   Hasil Percobaan dan Pembahasan

1.     Pengamatan terhadap butir amilum kentang Solanum tuberosum dengan perbesaran 40 x 10



Keterangan
Pada pengamatan terhadap butir amilum kentang Solanum tuberosum dengan perbesaran 40 x 10, dapat dlihat butiran- butiran amilum terdapat dalam suatu tempat yang disebut amiloplas (tempat menyimpan amilum).


1.     Pengamatan terhadap Kristal Kalsium Oksalat Rafida pada Mirabilis jalapa dengan perbesaran 40 x 10
Pada anatomi buah kentang terdapat vakuola, plastida, dan amiloplas. Vakuola  berisi antara lain garam-garam organik, glikosida, alkaloid , enzim, butir-butir pati. Dalam buah kentang, amilum terdapat pada amiloplas (tempat menyimpan amilum). Amiloplas merupakan bagian dari jenis Plastida yang disebut lekoplas. Lekoplas merupakan plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan. Butir pati terdiri atas lapisan-lapisan yang mengelilingi suatu titik yang disebut hilum. Hilum pada kentang  terletak di pinggir(eksentrik).
            Pada butir kentang jangka waktu pembentukan lapisan-lapisan bergantung pada faktor-faktor endogen.
 Amilum merupakan salah satu bagian dari sel yang bersifat non protoplasmik yang ada di dalam plastida. Perkembangan amilum dimulai dengan terbentuknya hilus/hilum, kemudian diikuti oleh pembentukan lamela yang semakin banyak. Kandungan amilum umbi kentang semakin meningkat dari minggu ke –13. Kandungan klorofil mengalami peningkatan maksimal pada usia 7 minggu setelah itu mengalami penurunan. Amilum pada kentang merupakan amilum setengah majemuk diadelf.Amilum setengah majemuk diadelf  adalah butir amilum yang mempunyai lebih dari satu hilum yang masing-masing dikelilingi lamela dan di luarnya dikelilingi lamela bersama.

Komponen yang hidup yang dapat dilihat dari pengamatan:
-          Inti sel
-          Leukoplas  (Amiloplas)
Komponen-komponen tersebut dikatakan bagian yang hidup karena inti sel dan leukoplas terdapat dalam sitoplasma, dan menjalani fungsi dari bagian- bagian hidup. Seperti inti sel berfungsi untuk mengontrol seluruh aktivitas sesl dan pewarisan faktor keturunan.
            Namun komponen protooplasmik lainnya sepeti reticulum endoplasma, mitokondria, rivosom, tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop majemuk (cahaya).
Komponen yang tidak hidup yang dapat dilihat dari pengamatan:
-          Butir amilum
Amilum merupakan salah satu bagian dari sel yang bersifat non protoplasmik yang ada di dalam plastida  Komponen-komponen tersebut dikatakan bagian yang mati karena pada butir amilum merupakan produksi makanan hasil metabolisme tumbuhan. Dimana pada komponen non protoplasmic cirri- cirinya hasilnya berupa produksi makanan (nitrogen, lemak, dan minyak), sekresi (pigmen dan enzim), dan zat sisa.

Keterangan
            Pada praktikum, pengamatan sayatan melintang Mirabilis jalapa, dapat dilihat komponen protoplasmic di bagian parenkim korteks (parenkim floem dan xilem) terdapat Kristal kalsium oksalat berbentuk rapida. Namun dari gambar yang ada, Kristal kalsium oksalatnya sudah keluar dari parenkim korteksnya.

Mikroskopik menurut teori
            Pada penampang melintang umbi bunga pukul empat, tampak jaringan gabus yang terdiri dari beberapa lapis sel, warna cokelat tua, bentuk empat persegi panjang, dinding tebal. Parenkim korteks terdiri dari beberapa lapis sel, bentuk polygonal,dengan butir-buir pati dan hablur kristal kalsium oksalat bentuk rafida. Kambium terdiri dari tiga lapis sel, bentuk empat persegi panjang memipih. Floem terdapat butir-butir pati dan hablur kalsium oksalat juga terdapat berkas pembuluh.
            Serbuk berwarna putih keabu-abuan. Fragmen pengenal adalah butir pati bentuk monoaldelfis sampai triadelfis; fragmen hablur kalsium oksalat berbentuk rafida; fragmen berkas pembuluh dengan penebalan tangga; fragmen jaringan gabus; fragmen parenkim.

Komponen yang hidup yang dapat dilihat dari pengamatan:
-          Inti sel
-          Kloroplas
Komponen-komponen tersebut dikatakan bagian yang hidup karena inti sel dan kloroplas terdapat dalam sitoplasma, dan menjalani fungsi dari bagian- bagian hidup. Seperti inti sel berfungsi untuk mengontrol seluruh aktivitas sesl dan pewarisan faktor keturunan. Sedangkan kloroplas yang terdapat pada mesofil daun berfungsi untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan zat makanan untuk tumbuhan.


Komponen yang tidak hidup yang dapat dilihat dari pengamatan:
-          Kristal kalsium oksalat tipe rafida
Komponen-komponen tersebut dikatakan bagian yang mati karena pada Kristal kalsium oksalat tipe rafida merupakan produksi makanan hasil metabolisme tumbuhan. Dimana pada komponen  non protoplasmic cirri- cirinya hasilnya berupa produksi makanan (nitrogen, lemak, dan minyak), sekresi (pigmen dan enzim), dan zat sisa. Kristal kalsium oksalat tipe rafida Merupakan komponen protoplasmic berbentuk padat.

1.     Pengamatan terhadap Kristal kalsium oksalat bentuk pasir pada Amaranthus hibrida dengan perbesaran 40 x 10



Keterangan
            Pada praktikum, pengamatan sayatan melintang Amaranthus hibrida  dapat dilihat komponen protoplasmic di bagian parenkim korteks (parenkim floem dan xilem) terdapat Kristal kalsium oksalat berbentuk pasir. Namun dari gambar yang ada, Kristal kalsium oksalat bentuk pasir tersebut kurang jelas kelihatan. Kemudian pada sel itu juga banyak terdapat amilum.. kemudian pada Amaranthus hibrida  yang merupakan tumbuhan dikotil, pada berkas pengangkuutnya ada yang tersebar cirri ini seperti pada batang tumbuhan monokotil, hal ini disebut anomali batang.

Note:
Kristal kalsium oksalat di dalam vakuola berasal dari asam oksalat. Bayam mengandung  asam oksalat yang tinggi sehinggat tidak mengikat kalsium sehingga kalsium tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh dan membentuk Kristal yang dapat mengiritasi lambungdan membentuk batu ginjal. Kandungan assam oksalat yang tinggi padda bayam bias berbahaya pada seseorang sebab dengan 4-5 gram asam oksalat dapat menyebabkan kematian pada seseorang.

Komponen yang hidup yang dapat dilihat dari pengamatan:
-          Inti sel
-          Kloroplas
Komponen-komponen tersebut dikatakan bagian yang hidup karena inti sel dan kloroplas terdapat dalam sitoplasma, dan menjalani fungsi dari bagian- bagian hidup. Seperti inti sel berfungsi untuk mengontrol seluruh aktivitas sesl dan pewarisan faktor keturunan. Sedangkan kloroplas yang terdapat pada mesofil daun berfungsi untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan zat makanan untuk tumbuhan.


Komponen yang tidak hidup yang dapat dilihat dari pengamatan:
-          Kristal kalsium oksalat tipe pasir
Komponen-komponen tersebut dikatakan bagian yang mati karena pada Kristal kalsium oksalat  merupakan produksi makanan hasil metabolisme tumbuhan. Dimana pada komponen  non protoplasmic cirri- cirinya hasilnya berupa produksi makanan (nitrogen, lemak, dan minyak), sekresi (pigmen dan enzim), dan zat sisa.

I.                   Kesimpulan:
            Sel mempunyai dua komponen yaitu: komponen protopalsmik dan non protoplasmic. Pada dasarnya sel tumbuhan terdiri dari protoplas yang dikelilingi  dinding sel. Biasanya dinding sel di anggap bagian mati sedangkan protoplas adalah bagian hidup dari sel. Protoplas terdiri dari komponen protoplasmic dan non protoplasmic. Komponen protoplasmic ada yang bersifat cair yaitu sitoplasma Sitoplasma metupakan substansi setengah cair lebih pekat (viscous) dari air dan bening (tembus cahaya: transculent.. Sitoplasma memenuhi ruangan sel hidup dan didalamnya terdapat organel- organel serta vakuola.
            Komponen protoplasmic yang kelihatan pada berbagai preparat yaitu inti srl, klotoplass, dan leukoplas.  Namun bagian lain seperti mitokondria, ribosom, reticulum endoplasma, sukar diamati dengan menggunakan mikroskop majemuk.
            Komponen non protplasmik banyak terdapat didalam vakuola. Di dalam vakuola bisa terlarut berbagai zat seperti gula, garam, protein, alkaloid, dan zat pewarna. Bahan- bahan yang terdapat di dalam vakuola digolongkan sebagai bahan- bahan ergastik, yaitu bahan- bahan hasil meabolisme sel..


II.                DAFTAR PUSTAKA
Albert, et.al. 2010. Essential Cell Biology (third edition). Newyork and London: Garland Science.
Hidayat, Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : Penerbit ITB.
Suryani, Cicik. 2008. Praktikum Struktur Pertumbuhan II. Medan: FMIPA UNIMED
Sutrian, yayan. 2004. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan tentang Sel dan Jaringan. Jakarta : PT Rineka cipta.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar